Tampilkan postingan dengan label Fixed Gear. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fixed Gear. Tampilkan semua postingan

Mei 11, 2011

MBA Track FIXIE Bike 2011


MBA adalah merek terbaru yang muncul dari Genre sepeda single speed yang saat ini dikenal dengan Fixed Gear. Beberapa merek yang mendunia untuk Genre ini adalah Charge Bike dan Cooper Bike.
Dua merek diatas sudah cukup dikenal di Eropa, tapi MBA mulai menawarkan trobosan baru dengan kualitas yang tidak kalah dan tentunya dengan harga masuk dalam Low Price.
Frame yang digunakan adalah jenis 4130 atau Chromium Mollybenduim yang lebih familiar di teliga kita adalah chromoly, meskipun Chromoly namun disambung atau di Las dengan TIG teknologi, didukung finising yang sempurna.
Bagian belakang Frame terlihat sangat rapi, dropout untuk tensioner Rantai juga didesain untuk memudahkan ketika penyetelan maupun perawatan. Fork depan terkesan sangat lurus berbentuk lonjong dengan diameter tipis.
Menggunakan Spoke atau Jari-jari roda 32, di gabung menjadi satu pada Hub merek Quando, amat disayangkan Rims atau Pelak yang digunakan tidak bermerek alias Unbrended. Rims yang digunakan tampak serasi dengan deep setinggi 30mm, dipermanis dengan warna Rims pink.
MBA Track Bike menggunkan Sproket 16t, untuk Crankdepan menggunakan Promax dengan 46t. Komposisi yang sempurna bagian gear untuk melaju gesit dilintasan padat.
Test ride yang dilakukan BR, rider sangat menikmati Track Bike dari MBA tersebut. Bagian backend yang pendek, dan posisi BB yang tinggi membuat sudut curam. Menjadikan sepeda tersebut lincah dan gesit meskipun berat sepeda ini 10.46kg/23lb.
Rider BR ketika melakukan test ride sempat meragukan kenyamanan sektor kokpit, handlebar yang pendek terkesan sempit di padu dengan panjang stem 12mm dengan sudut 30 derajat, sepeda MBA terlihat canggung, tapi ternyata membuat rider dapat bersepeda dengan posisi tegak, sangat tepat dan nyaman untuk bersepeda dilalu lintas padat (rider dapat mengontrol trafic jalan).
MBA ini dibandrol dengan harga sekitar £425, atau sekitar 6 jutaan.

sumber: zonasepeda.com

Sejarah Sepeda Fixed Gear


Fixed Gear atau yang lebih nyaman dengan menyebutnya dengan sepeda Fixie, saat ini sedang trend dikalangan goweser tanah air. Selain untuk alat transportasi dan olahraga saat ini Fixie sudah menjadi gaya hidup diberbagai lapisan masyarakat pencinta sepeda.
Sebenarnya apakah Fixie itu, awal mulanya lebih dikenal dengan Fixed Wheel, berkaitan erat dengan single speed bicycle.
Fixed Gear bicycle atau Fixed Wheel bicycle, kemudian di kenal di USA dengan istilah Fixie. Sebuah alat transportasi sepeda tanpa menggunakan Free Wheel.
Sproket (gear belakang) tanpa free wheel langsung menancap pada fixed Hub. Ketika roda belakang berputar maka pedal akan berputar searah dengan putaran roda belakang. Hal tersebut memungkinkan pengendara sepeda fixie dapat menghentikan laju sepeda tanpa menggunkan Rem (brake).

Untuk menghentikan laju sepeda, pengendara hanya perlu menarik kebelakang berlawanan arah pedal crank, secara otomatis roda akan melambat dan berhenti.
Dalam dunia balap sepeda, fixed gear di gunakan pada kompetisi Track cycling yang biasanya di lakukan di sebuah Velodrome (sebuah lintasan balap yang berbentuk oval tanpa ujung).
Seiring dengan berkembangnya jaman, sepeda fixed tidak hanya digunakan di lintasan Velodrome tapi sudah mulai merambah ke lintasan jalan raya, sebagai alat transportasi harian. Di Amerika sepeda fixie jalan raya awalnya dikenalkan oleh para bicycle messengers.


Meskipun Legalitas Sepeda Fixie diberbagai negara maju masih menjadi pertentangan, hingga saat ini para pengguna Fixed semakin bertambah dan merebak diberbagai negara.

sumber: zonasepeda.com

Desember 03, 2010

Fixie Fullbike by Polygon

Salam Gowess!
Ini dia nih Fixie fullbike buatan Polygon, memang susah kalo harus built sendiri sepeda fixie apalagi buat orang awam, pasti bingung harus pilih-pilih komponen yang bagus dan tentunya butuh waktu lama untuk membangun fixie sendiri. Selain waktu, biaya tentunya bisa jadi masalah, biasanya kalau membangun sepeda sendiri butuh budget yang lumayan wahh. tapi sekarang kalian nggak usah khawatir. ZENITH FX (2011 SERIES) buatan polygon asli siap menemani hari-hari kalian.

ZENITH FX (2011 SERIES) 
 Specification:
MODEL NAME Zenith FX
MODEL CATEGORY FIXIE STREET URBAN
SIZES (CT) 47CM S / 50CM M / 52CM L
COLOR BABY BLUE
FRAME CROMOLY TRACK 700C FRAME W/ SEAT COLLAR
FRONT SUSPENSION CROMOLY FREESTYLE 700C
REAR SUSPENSION -
HANDLEBAR CINELLI LOLA ALLOY 380MM
STEM CINELLI VAI BIANCA ALLOY 90MM
BAR END -
HEADSET VP-A69AC
SADDLE CINELLI UNICATOR
SEATPOST CINELLI VAI BIANCA 27.2MM
CRANKSET FSA CK-633S
BOTTOM BRACKET CARTRIDGE
CHAINGUIDE
CHAIN KMC K710
CASSETTE SPROCKET FORMULA SKU-1 15T
SHIFTING LEVER -
BRAKE LEVER TEKTRO RL721
FRONT DERAILLEUR -
REAR DERAILLEUR -
FRONT BRAKES TEKTRO R359
REAR BRAKES -
ROTOR -
PEDALS KORE COMPOSITE PLATFORM
TYRE PANARACER 700CX32C
RIM DOUBLE WALL 700C
SPOKES STAINLESS STEEL
FRONT HUB FORMULA ALLOY NUT
REAR HUB FORMULA ALLOY FLIP FLOP
WHEELSET -
* Spesifikasi dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
* Produk yang tersedia di outlet mengacu pada spesifikasi di atas



 ref: polygoncyle

Gimana mas bro? keren juga kan fixie buatan Polygon, ngaak perlu repot-repot built udah ada yang fullbike :).
Go Goweser Indonesia! 

November 24, 2010

Fixed Gear Merajalela


Sepeda fixed gear di mana-mana. Sepeda dengan ketidakmampuan untuk meluncur sendiri tanpa pedal berhenti berputar ini, makin merajalela di kota-kota besar di Indonesia. Mulai yang menggunakannya untuk alat transportasi atau olahraga, hingga yang menjadikannya fashion statement.
Sebenarnya, apa itu sepeda fixed gear, dan kenapa bisa menjadi sedemikian populernya di seluruh dunia?
Sejarah Singkat
Sebetulnya, sepeda fixed gear adalah bentuk paling “primitif” dari sebuah sepeda. “Anda bisa menambahkan apa saja pada sebuah sepeda, tapi akan ada saatnya di mana anda tidak bisa mengurangi komponen sebuah sepeda tanpa menghilangkan fungsi dasarnya. Itulah fixed gear,” kata Graeme Obree, pemegang rekor Hour Record dari Inggris.
Pada awalnya, semua sepeda nggak punya rantai. Entah dikayuh dengan kedua kaki macam otopet, atau memiliki pedal yang langsung terhubung ke as roda, sehingga tiap kayuhan kaki langsung memutar roda sepeda. Kelemahan dari teknologi ini, bila kita menginginkan sepeda berjalan lebih jauh tiap satu putaran pedal, berarti diameter roda harus dibuat sebesar mungkin. Batas diameter yang mungkin adalah dua kali panjang kaki pengendaranya, dan sepeda dengan roda sebesar itu sangat nggak stabil pengendaliannya. Bahaya.
Selanjutnya, kelemahan ini diatasi dengan menggunakan diameter roda yang tidak begitu besar untuk mengurangi bahaya. Untuk membuat sepeda berjalan lebih jauh setiap satu putaran pedal, maka digunakan mekanisme roda gigi dan rantai yang bisa diset dengan rasio tertentu. Ya, mirip dengan sepeda yang kita lihat sekarang.
Pada saat itu, posisi roda gigi belakang (yang terhubung ke roda belakang) adalah tetap, atau fixed. Tiap putaran pedal akan memutar roda, dan begitu pula sebaliknya. Nah, inilah yang disebut fixed gear, atau bahasa sininya “doltrap”. Karena bentuk sistem penggerak ini masih dianggap berbahaya untuk mayoritas orang, maka selanjutnya dikembangkanlah mekanisme freewheel, yang memungkinkan sepeda meluncur sendiri meskipun pedal berhenti dikayuh, atau coasting.
Dari Velodrom ke Jalanan
Sepeda fixed gear, awalnya murni digunakan untuk perlombaan di velodrom, atau kompetisi track bike. Memang, momentum yang dihasilkan dari putaran roda fixed gear akan sangat membantu pembalap untuk mencapai kecepatan setinggi-tingginya, tapi karena resiko bahayanya maka penggunaan fixed gear untuk kompetisi akhirnya dibatasi di velodrom.
Mari kita loncat sejenak ke New York. Ibukota trendsetter dunia.
Jauh sebelum faksimili, jaringan internet, dan telepon selular, keberadaan kurir atau messenger untuk mengantar dokumen di distrik bisnis New York adalah sangat vital. Berhadapan dengan kemacetan lalu lintas, awalnya para messenger ini memilih untuk berjalan kaki, atau naik bus atau subway. Kultur bersepeda belum terlalu populer waktu itu, tenggelam di tengah kecintaan masyarakat Amerika pada mobil dan bahan bakar fosil.
Hingga kemudian beberapa messenger imigran dari Jamaika yang memiliki latar belakang sebagai atlet track bike di negara asalnya terpikir untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi. Selain minus biaya karena minim perawatan (dengan sepeda track yang notabene fixed gear, tidak perlu khawatir akan kerusakan freewheel, derailer, atau rem. Karena memang nggak ada semua), bebas macet, dan jauh lebih cepat melibas kemacetan dibanding menunggu bus atau berjalan kaki. Walaupun kini tidak semua bike messenger menggunakan sepeda fixed gear, namun messenger yang menggunakan fixed gear memiliki status sosial lebih tinggi di mata sesama messenger.
Sebagai komunitas, tentunya para messenger ini memiliki pola sub-kultur tersendiri. Kehidupan mereka yang bebas, tidak terikat pada norma masyarakat “normal”, serta profesi yang menantang dan memicu adrenalin ini menarik perhatian kalangan hipster “gaul” yang mulai tertarik bersepeda, seiring merebaknya popularitas bersepeda di seluruh dunia kurang lebih pada pertengahan dasawarsa yang barusan lewat. Para hipster modis yang melek internet ini menjadikan fixed gear sebagai bagian dari fashion statement, terutama karena biasanya sepeda yang dipakai para messenger itu simpel (ya, karena nggak ada apa-apanya, rem aja nggak ada) namun dibuat sangat personal melalui pilihan warna dan komponen yang sesuai dengan kebutuhan pemiliknya. Selanjutnya, trend baru ini dibaca oleh kalangan di dunia fashion dan apparel, dan dengan bantuan internet… menyebarlah virus baru ini ke seluruh dunia.
Kok Bisa Sampai ke Indonesia?
Terima kasih kepada internet, akhirnya virus ini menyebar pula di Indonesia khususnya pada setahun belakangan ini.
Diawali dari Jakarta saat beberapa member sebuah forum khusus sepeda terbesar di Indonesia mulai saling “meracuni” dengan gambar-gambar sepeda fixed gear yang ditemukan di internet. Waktu itu, belum ada yang berani untuk membangun sepeda fixed gear, mengingat perbedaan kondisi lalu lintas Jakarta dan New York. Belum lagi keterbatasan parts yang ada di pasaran. Tapi tak butuh waktu lama untuk para pelopor ini untuk membangun fixed gear masing-masing, berbekal road bike uzur, parts akal-akalan, dan ilmu dari internet.
Tidak jauh berbeda dengan negara asalnya, di Indonesia pun penggunaan fixed gear dapat dibagi dalam beberapa klasifikasi. Yang getol ngebut, yang senang nge-trick (terutama untuk penggemar yang memiliki latar belakang skill BMX atau trials, atau kebanyakan nonton Youtube), yang biasa-biasa saja tapi gemar jalan jauh, minimal untuk commuting sehari-hari, yang murni melihat sepeda ini sebagai fashion statement (dengan kata lain, doyan dandan), dan gabungan dari beberapa klasifikasi di atas. Tiap kota besar, kecenderungannya pun berbeda. Misalnya, karena akses yang terbuka, anak-anak Jakarta bisa dibilang terdepan soal masuknya barang baru dari luar negeri. Atau betapa komunitas fixed gear di Bandung lebih terkenal karena custom frame bikinan sendiri serta variasi trik dan “kecongkakan” skill yang dimiliki lalu barang-barang track bike yang tergolong vintage yang jadi ciri khas anak-anak Jogja, dan lain-lain.
Yang jelas, penggemar fixed gear tulen umumnya disatukan oleh satu tujuan. Karena gemar bersepeda, dan merasakan sensasi (dan resiko bahaya) yang berbeda dari sepeda “biasa”.