Tampilkan postingan dengan label Trik and Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trik and Tips. Tampilkan semua postingan

Mei 11, 2011

Bersepeda Fixie yang Aman dan Nyaman


Sepeda Fixie adalah sebuah sepeda dengan hanya memiliki satu tingkat percepatan dan tidak mempunya Free Wheel. Saat ini Fixie sudah menjadi trend dan gaya hidup para penggemar dan pencinta sepeda di seluruh dunia.

Fixie Bike saat ini tidak hanya menjadi alat transport bike messeger atau sepeda track yang biasa berlaga di velodrome. Fixie sudah menjadi hiasan sehari-hari diseluruh dunia dan tanah air sebagai gaya hidup dan alat transportasi yang sehat, murah, simple, cepat dan tentunya ramah lingkungan.
Fixie sangat populer lekat dengan bike Messenger karena tiga hal simplicity, unbreakability dan unstealability (pengendara fixie akan merasakan 3 sensasi tersebut setelah berada diatas fixie).
Sebelumnya zonasepeda sudah membahas sejarah dan awal mula fixie itu muncul di dunia sepeda, kali ini editor coba memberikan Tips dan Trik bagaimana bersepeda Fixie yang aman dan tentunya nyaman.
Langkah – langkah bersepeda Fixie :
1. Pilih sepeda Fixied Gear :
- Cara mudah dan sederhana mendapatkan sepeda Fixie adalah membangun sepeda dari sepeda lama yang biasanya memiliki 10 percepatan (sepeda balap jadul), yang tentunya harga lebih murah dan sangat mudah di custom.
- Pastikan kedua sisi dropout merupakan horizontal dropout, vertikal dropout tidak memungkinkan untuk penyesuaian tingkat tegangnya rantai.
- Beberapa rider mengubah dropout yang semula vertikal menjadi horizontal dengan membuat dremmel.
- Jika dirasa terlalu rumit untuk memodifikasi sepeda lama menjadi fixed gear, anda dapat membeli frame jadi yang saat ini banyak beredar dipasaran (unbranded).
- Giant track atau Bianchi Pista, adalah salah satu pilihan jika anda tidak mau di pusingkan dengan modifikasi dan merakit sebuah sepeda single gear, dan tentunya harga dan budget sedikit membengkak dibandingan anda membangun sendiri sepeda no freewheel ini.
- Ketika awal membangun atau memilih sepeda fixie, kita pasti dipusingkan dengan pilihan gear depan dan belakang, pilihan akan menggunakan rem (break) atau tidak.
- Pilihan gear yang rendah dan penambahan rem depan, saat ini adalah pilihan yang banyak digunakan.
- Pilihlah Frame Fixie yang memiliki sudut seat stay dan seat tube yang tidak terlalu curam (roadbike balap pada umumnya saat ini), hal ini membuat anda nyaman berada diatas frame dengan sudut yang landai.
2. Hanya Perlu Memutar Pedal :
- Kedengaran sangat sederhana, tapi jika tidak anda cermati ketika mengendalikan fixie, hal tersebut akan berbalik dan fixie akan mengendalikan anda. Konsekuensinya adalah jatuh dan hal lain yang tentukanya tidak menyenangkan.
- Butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan kenyamanan bersepeda Fixie, konsentrasi antara putaran pedal dengan lintasan adalah hal yang wajib.
3. Berlatih untuk menghentikan laju fixie :
- Praktek dan latihan secara acak untuk menghentikan sepeda fixie, sangat membantu penguasaan anda terhadap fixied gear.
- Pilihan menggunkan rem depan adalah awal yang bagus untuk memulai berlatih stoping. Ketika terjadi selip ketika melakukan back-pedal, anda tidak perlu panik karena masih ada brake depan. Seiring berlatih menggunkana back-pedal untuk stoping dan memperlambat laju, rem depan tidak akan anda perlukan lagi.
- Jika anda tidak belajar menghentikan laju fixie dari sekarang, kemungkinan loss control dan cidera sangat besar terjadi.
4. Lepas Cycling Computer dan Monitor heart rate :
- Jika sebelum anda terbiasa menggunakan speedo meter atau bahkan pendeteksi detak jantung (heart rate monitor), lepaslah semua perangkat tersebut dan fixie anda, nikmatikah menunggang sepeda fixie seperti saat kita masih anak-anak.
5. Belajarlah untuk mengatur tempo anda sendiri :
- Berlatih untuk melaju dan menghentikan ketika diatas fixie sangat di anjurkan. Misal ketika menghadapi lampu hijau trafic light, jika lampu menyala hijau dan posisi anda masih jauh jangan dipaksakan untuk melaju cepat mengejarnya, kondisikan pedal semampu anda, banyak kasus kecelakaan yang menimpa pengendara fixie karena berhenti mendadak di lampu merah.
Tips dan Trik :
1. Berlatih di tempat yang safe remote area (tempat yang aman dan jauh dari lalu lintas padat).
-Berlatih di tempat yang aman dari lalu lintas yang padat membuat anda semakin mahir menaiki sepeda fixie tanpa takut ada taxi yang tidak melihat anda di jalan.
2. Berlatih Skid Stop
- Praktek berhenti dengan selip roda belakang di rumput yang basah sangat membantu ketrampilan anda berfixie ria di jalanan.
3. Hindari menggunakan sepatu bertali
- Pastikan sepatu anda tanpa tali, hal ini untuk mencegah tali sepatu masuk kedalam chainring ketika rantai bergerak. Jika terpaksa menggunakan sepatu bertali pastikan tali sepatu anda pada posisi yang aman.
4. Perhatikan tingkat ketegangan rantai
- Selalu dikontrol tingkat ketegangan rantai, hal ini untuk mencegah rantai terlepas dari chainring, bahkan pada kasus fatal rantai chainring melukain kaki pengendara.

5. Migrasi ke clipless pedal
- Bergantilah ke clipless pedal jika anda sudah merasa nyaman bersepeda fixie. Jika dirasa terlalu kurang nyaman karena clipless pedal harus menggunakan sepatu sepeda khusus, anda dapat menggunkan clip model keranjang atau toe clip.
- Dengan menggunakan clipless pedal selain efektif ketika pedaling, juga memberikan kenyamanan ketika menghentikan atau memperlambat laju sepeda fixie anda.
6. Siapkan selalu 15mm kunci
- Fixie hub umumnya tidak memiliki quick release, jadi kita memerlukan kunci 15″ untuk melonggarkan baut dan mengatur ketegangan rantai. Ketegangan rantai adalah hal yang “PENTING” pada sepeda Fixie.
7. Pemanasan Lutut sebelum bersepeda
- Karena sepeda fixie hanya memiliki satu percepatan, banyak rider mengeluh lutut tegang atau kram padahal baru beberapa kilometer bersepeda. Hal ini disebabkan kurangnya pemanasan ringan sebelum bersepeda.
8. Memasang Rem adalah ide yang baik (opsional)
- Bersepeda fixie tanpa rem memang hal yang unik dan mengasah ketrampilan bersepeda. Menghentikan sepeda dengan mengandalkan tekanan pada lutut tentunya bisa berefek cidera. Pendapat ini dinilai opsional, banyak pengendara fixie sudah bertahun-tahun tanpa rem tetap tanpa masalah.
9. Mintalah bantuan teman anda untuk berlatih menaiki Fixie
- Tidak perlu malu untuk bantuan teman kita anda menaiki Fixie, berlatih bersama dan sharing pengalaman sangat membantu anda menjadi expert fixie riding.

Peringatan
1. Dibeberapa negara menggunakan sepeda tanpa Rem adalah ilegal, banyak undang-undang melarang bersepeda tanpa brake (rem), silahkan periksa untuk memastikan apakah ada larangan bersepeda tanpa rem di negara anda.
2. Waspada pada lintasa yang turun (downhills)
- Hati-hati terhadap downhills. Fixie tanpa rem sangat riskan pada lintasan yang turun, pastikan kaki anda tetap mengikuti kayuhan pedal, usahakan jangan melepas kaki dari pedal, hal tersebut akan membuat anda lepas kontrol sepeda fixie anda.
- Melatih kelenturan lutut, keseimbangan tubuh dan meningkatkan kemampuan cadence pedaling anda sangat membantu bersepeda fixie.

sumber: zonasepeda.com

Desember 02, 2010

Kumpulan Tips Merawat Sepeda

Berbagai tips dalam merawat sepeda kesayangan :
1. Jangan mencuci sepeda dengan air bertekanan tinggi. Sebenernya nggapapa sih untuk beberapa bagian, tapi hindari BB dan Hubs, juga kabel rem dan shifter yang ‘telanjang’.hindari BB dan Hubs, juga kabel rem dan shifter yang ‘telanjang’.
   2. Jangan melumasi menggunakan WD-40 atau sejenis penetran lainnya. Kenapa? Karena penetran tersebut  meluruhkan dan mengencerkan gemuk/grease di sepeda, walhasil benda2 bergerak tersebut bisa aus karena greasenya hilang.
   3. sebelum gowes cek rem dan drivetrain anda. Rem wajib bekerja dgn baik, rantai pedal gear RD FD harus bekerja dgn baik juga kalo ngga nanti nyusah2in aja di jalan.
   4. lumasi secara berkala kabel2 rem dan shifter serta rantai. Rantai yang kering selain berisik, juga bisa mengikis gear.
   5. Periksa tekanan ban. Nah ini sering dilupakan, di tiap2 ban luar biasanya ada keterangan mengenai tekanan minimum dan maksimum. Tekanan terlalu rendah membuat berat digowes dan ban cenderung lebih mudah kempes tertusuk benda ataupun kempes karena ban dalem terlipat.
   6. Periksa kelurusan rim/velg. Rim/velg yang peyang sehingga goyang bisa menghambat putaran roda, terutama yang tidak menggunakan discbrake karena velg/rim tadi menggerus kampas rem.
   7. Cek kekencangan baut as roda (quick release bagi yang menggunakan) . Fatal nih bila roda lepas tiba2 ketika jalan!! Coba goyang kiri-kanan roda, kencangkan bila longgar. Oiya roda oblak juga bisa akibat baut pengencang bearing (cup & cone/pelor) longgar.
   8. Cek apakah kinerja peranti pemindah gigi (shifter, RD, FD) bagus. Bahaya sih ngga, tapi kalo gigi loncat2 sangat mengganggu tuh.. setel aja, bisa dibawa ke bengkel2 terdekat atau setel sendiri juga bisa.
   9. Semua part bergerak di sepeda hampir ada masa pakainya. Jangan ragu untuk mengganti part2 tersebut bila sudah aus atau rusak. Safety first yaa…
  10. Atur jarak main rem. Terlalu ‘dalam’ bisa2 ngga ngerem kalo ada motor motong jalan, terlalu ‘dangkal’ kampas rem riskan bergesek dengan velg atau rotor (discbrake) dan mudah ngunci bila panic braking. Kalo tuas rem anda memiliki fitur ‘reach adjuster’, atur tuas rem tersebut berada pada buku jari kedua jari pengereman anda. Hal ini mengoptimalkan kekuatan jari ketika mengerem.
  11. Karet handle grip sepeda wajib mencengkeram stang anda dengan kuat, jangan sampai ketika gowes karet grip tersebut mudah lepas. Kalo lagi ngerem mendadak karetnya copot bisa2 bibir dower tuh nyium aspal..
  12. Posisikan barang bawaan anda (ransel, tas, kresek, dll) dengan baik sehingga ngga mengganggu gerakan tubuh saat menggowes, kalo bisa letakkan di sepeda dan bukan di tubuh. Hal ini sangat berpengaruh terhadap reaksi pesepeda menghadapi medan. Selain juga bikin pegel kalo bawa barang di badan..
  13. Atur posisi tinggi sadel dan tinggi handle post (bagi seli) di posisi yang ‘benar’ bukan di posisi yang ‘nyaman’. Lagi2 ini berpengaruh terhadap reaksi pesepeda.
  14. Gunakan pakaian yang nyaman ketika bersepeda. Jangan pake scarf atau syal panjang, takutnya nyangkut di jari2 bisa gawat tuh.. Kalau menggunakan celana panjang, pakailah ‘pants clip’ agar celana ngga nyangkut dan kotor kena gigi depan/chainring.
  15. Rawatlah sambungan rangka di seli. Bila mungkin bongkar dan berilah gemuk/grease yang baik. Ngga perlu pake grease yang tahan panas sampe sekian ratus derajat, engsel seli ngga akan sepanas itu kok walaupun dijemur matahari sekalipun. Pakai aja grease yang mengandung silikon, atau teflon, atau white lithium grease. Bila ngga mau repot bisa juga semprot menggunakan pelumas cair macam silikon spray. Sebenernya minyak singer bagus juga sih, tapi gampang item2.
  16. Hindari melumasi kabel rem dan shifter dengan oli bekas. Oli bekas mengandung banyak butiran/kotoran yang kecil yang malah bisa menghambat gesekan kabel (seret). Paling mudah murah dan bagus sebenernya gesekkan kabel2 tersebut ke lilin. Dijamin loncer deh, kabel murah+lilin ga kalah loncernya ama kabel bagus semacam XTR sekalipun.
  17. Atur ketinggian shifter dan tuas rem, sesuaikan dengan posisi duduk anda. Tuas rem yang terlalu mendongak atau merunduk memperlambat reaksi jari anda meraih tuas rem, mengurangi kekuatan jari mengerem dan juga bikin pegel pergelangan tangan.
  18. Periksa secara berkala kekencangan semua baut di sepeda, terutama seli yang sering dilipet-buka.
  19. Setelah mencuci sepeda angin-anginkan dan jemur sepedanya agar air yang tersisa mudah menguap, lakukan hal ini terutama di sepeda yang bahannya besi (kromoli, hi-ten, dll) agar menghindari karat. Oiya cek juga lubang pembuangan air yang lazimnya berada di bawah BB, jangan sampe lubang itu tersumbat kotoran.
  20. Dalam beberapa kasus, sepeda yang disimpan lama lebih cepat rusak daripada sepeda yang sering dipake. (Brom2 dipake yah om..!!)
  21. Kalo mau simpan sepeda lama, usahakan melayang. Loh, melayang gimana?? Maksudnya roda jangan kena lantai secara langsung, frame jangan kena tembok, karet2 (ban, grip) bungkus supaya ngga digigitin tikus.

sumber: http://sepedaowners.com/forum/index.php?topic=44.0

November 24, 2010

Tips Memilih Jenis Roadbike Tire – Clincher atau Tubular

Tire (Ban) merupakan lapisan terluar komponen wheelset kita, berfungsi membungkus rims (pelak) ketika wheel mengalami kontak langsung dengan jalan (road). Untuk roadbike pada umumnya terdapat 2 jenis tire, yaitu clincher dan tubular, manakah yang lebih sesuai untuk kebutuhan kita. Banyak pembalap profesional menggunakan tubular tire, seperti apakah perbedaan kedua jenis ban tersebut.
Berikut beberapa perbedaan antara Clincer tire dan Tubular tire Roadbike :
Tubular Tire
Tubular Tire
TUBULAR TIRE :
- Dari semua pilihan jenis ban (tire), tubular memiliki daya hambatan paling rendah ketika bersentuhan dengan road (lowest rolling resistance).
- Tubular tire lebih ringan dibandingkan jenis lain.
- Tubular rims lebih ringan dibandingkan clincer rims.
- Tekanan ban Tubular lebih besar dibandingkan ban jenis Clincer.
- Pada kasus ban kempis (flat tire), stability dan safety rider lebih aman  dengan ban jenis tubular.
- Ketika rider mengalami ban kempis, tubular tire lebih mudah pengendaliannya ketika riding.
- Perlu lem atau perekat ketika pemasangan pada rims.
- Memerlukan rims jenis tubular.
- Digunakan sebagian besar pembalap profesional.

clincher tire
clincher tire
CLINCHER TIRES:
- Dari semua pilihan jenis ban (tire), jenis clincher merupakan paling berat.
- Clincher tire menggunakan ban dalam, sehingga menambah beban wheelset dan menambah daya hambatan gelinding roda (rolling resitance).
- Perlu adanya rims liner (sabuk rims), menambah berat wheelset.
- Ban jenis clincher memiliki berat lebih dibandingkan dnegan jenis tubular.
- Rolling resistance (hambatan daya gelinding) lebih besar di bandingkan jenis tubular.
- Pada kasus ban kempis, penggantian tidak secepat jenis tubular.
- Tidak perlu menggunakan lem, ketika pemasangan pada rims.
- Dapat langsung digunakan setelah selesai instalasi pada rims dan penambahan angin. Tidak perlu menunggu perekat melekat sempurna, seperti pada Tubular Tire.
- Pada kasus ban kepis (flat tire), berdampak langsung pada stability dan safety rider.
Untuk kebutuhan race ataupun training race, tubular tire merupakan pilihan yang tepat. Berat yang ringan, daya hambat yang rendah merupakan penunjang utama untuk meraih hasil maximal ketika race.
Pro Tour seperti Tour de France, bobot seringan mungkin pada komponen wheelset sangat berpengaruh. Tidak hanya ringan, instalasi yang cepat ketika mengalami ban kempis (flat tire) merupakan hal pokok pada event pro tour.
Rims wheelset khusus digunakan untuk tubular tire, Rims jenis clincher tidak bisa digunakan untuk Tubular tire.
Tubular Tire untuk Clincher Rims
Tubular Tire untuk Clincher Rims
Saat ini sudah banyak beredar tubular tire yang bisa dipasang pada rims clincer (misal TOFU tubles bicyles tire).
Tire jenis ini dapat dipasang di rims clincher, memiliki fitur yang tidak kalah dengan tire yang murni tubular.
Tofu tubular bahkan tidak memerlukan perekat ketika instalasi, tidak perlu adanya linner rims, lebih ringan dan dapat langsung digunakan setelah instalasi pada wheelset selesai.
Untuk stability dan safety sesuaikan rims dengan jenis yang kita pakai, harga jenis ban tubular tentunya lebih mahal di bandingkan jenis clincher.
Wheelset rims jenis tubular juga lebih mahal dibandingkan clincher rims.

sumber: zonasepeda.com

Tips Mencegah Cidera pinggang dan punggung Ketika bersepeda

Backpain (sakit bagian belakang), pinggang dan punggung merupakan bagian belakang badan kita. Bagian tersebut sering mengalami cidera atau sakit ketika kita bersepeda dalam jarak yang cukup jauh. Cidera yang kita alami mengakibatkan sakit yang bekepanjangan jika tidak segera dilakukan recovery (pemulihan). Banyak faktor yang perlu diperhatikan jika kita sering mengalami sakit pada bagian tersebut.
Berikut Tips untuk mengurangi dan mencegah Backpain yang berlebihan ketika bersepeda (Physiotherapist Tim Pigott, Triathlon Plus):

Panjang Kaki - Image healthcare.uiowa.edu
Panjang Kaki - Image healthcare.uiowa.edu
Panjang Kaki
Periksa panjang kaki Anda: jika Anda memiliki panjang kaki yang berbeda (baik karena perbedaan aktual dalam panjang tulang kaki atau pronasi kaki dan panggul). Panjang kaki yang berbeda, mengakibatkan bagian kaki yang pendek akan menarik pinggul lebih kebawah ketika melakukan pedaling. Minta bantuan rekan anda untuk memeriksa tingkat tinggal pinggul anda ketika kaki pada puncak pedaling.

Panjang Stem - Image parktool.com
Panjang Stem - Image parktool.com
Panjang Stem
Bike Fitting yang tepat tentunya memberikan kenyamanan lebih ketika anda bersepeda dalam jarak jauh. Kesalahan paling sering ditemukan adalah penggunaan Steam (batang penghubung handlebar dengan fork depan) yang terlalu pendek. Stem yang terlalu pendek memaksa rider menjadi posisi membungkuk yang berlebihan (over).
Posisi rider yang terlalu membungkuk menyebabkan tulang ligamen dan otot akan berkerja berlebihan dibagian tulang belakang, pada kasus yang ekstrim membuat tekanan yang berlebih pada syaraf pinggang.
Jika Stem yang pendek mengakibatkan sakit pada pinggang, kebalikannya jika stem terlalu panjang mengakibatkan punggung menjadi sakit. Jika anda mengalami sakit pada bagian sekitar leher, bahu kemungkinan karena posisi badan yang terlalu merebah. Hal lain yang perlu diperiksa adalah ketinggian stem, posisi stem yang terlalu rendah mengakibatkan stres pada bagian bawah punggung.

Sadle seat - Foto Columbia-HTC
Sadle seat - Foto Columbia-HTC
Posisi Sadle Seat (tempat duduk)
Sebuah studi mempelajari bagaimana posisi sudut sadle mempengaruhi kinerja punggung bagian bawah. Perubahan sudut sadle yang tidak tepat mengakibatkan cidera punggung bagian bawah. Dengan hanya menyesuaikan sudut sadle dan meletakkan kembali kembali dalam sudut netral, 70 persen dari para pengendara sepeda dibebaskan dari sakit punggung. Jadi periksa sudut kursi (sadle) sepeda anda- aturan baku yang paling mudah adalah posisi sadle harus sejarar dengan rata-rata tanah.
Variasi Posisi ketika bersepeda
Variasi posisi ketika bersepeda sangat menolong mengurangi cidera bagian belakang punggung dan pinggang. Ketika berlatih atau sekedar recovery biasakan memvariasikan posisi anda ketika ridding. Berdiri diatas sadle untuk beberapa saat sangat membantu mengurangi tekanan pada punggung, ketika medan menanjak tetap variasikan posisi anda diatas sepeda. Geser posisi duduk anda mulai dari depan, tengah dan belakang sadle untuk mengurangi stres pada bagian punggung bawah.
Latihan otot pinggang dan punggung
Banyak orang ketika pemanasan lebih melatih otot perut dan otot punggung bawah (rektus abdominus, internal, eksternal obliques, dan transversus abdominus) dengan tujuan untuk menghindari cidera backpain. Beberapa penelitian menunjukan backpain tidak hanya disebabkan oleh tiga otot utama tersebut, untuk punggung bagian bawah, panggul dan pinggul terdapat 29 wilayah otot yang berbeda, masing-masing memerlukan latihan yang sesuai dan memadai.
Backpain
Backpain
Nyeri punggung bawah atau ketidaknyamanan ketika bersepeda dapat disebabkan karena sejumlah besar otot-otot di daerah ini, dan mungkin telah diabaikan dalam program latihan rutin.
Jika terlalu banyak penekanan pada daerah-daerah tertentu seperti perut (six-pack) maka terjadi ketidakseimbangan otot, menimbulkan rasa nyeri dan cedera. Karena itu perlu untuk menekankan pentingnya sebuah program latihan (training) yang komprehensif yang mencakup seluruh bagian panggul dan pinggul.
Treatment (perawatan)
Untuk mengurangi rasa sakit pada bagian belakang punggung dan pinggang anda dapat melakukan treatment (perawatan). Perawatan dapat anda lakukan jika sakit pada bagian belakang tersebut tidak berangsur hilang. Gunakan Obat penghilang rasa sakit yang biasa anda gunakan atau sesuai dengan anjuran dokter. Kompres bagian yang sakit dengan ES atau air panas (tergantung selera) selama kurang lebih 48jam.
Backpain Treatment - Foto Bikeradar
Backpain Treatment - Foto Bikeradar
Treatment dengan terapi pijat juga dapat membantu mengurangi rasa sakit, pijatan-pijatan lembut pada bagian yang sakit dapat mengurangi stres pada otot. Kurangi Aktifitas yang ekstrim yang dapat memperburuk cidera.
Jika rasa sakit tidak segera hilang, periksalah kedokter atau ahli Physiotherapist. Dengan mendatangi Dokter atau Terapis anda dapat mengetahui secara lebih terperici sebab cidera yang anda alami. Cidera serius bagian punggung dan pinggang bisa disebabkan karena ; dislokasi sendi, sindroma sendi permukaan, disfungsi sendi sacroiliac atau linu panggul dan spondylosis.
Bike Fitting - Foto competitivecyclist.com
Bike Fitting - Foto competitivecyclist.com
Backpain dapat anda cegah dari awal, Bikefitting memegang peranan penting dalam hal ini :
Berikut url penghitungan bikefitting dari competitivecyclist.com

sumber: zonasepeda.com

November 21, 2010

Manfaat Menggunakan Bar End pada MTB / Hybrid Bike

 Bar Ends, merupakan salah aksesoris pelengkap yang digunakan di sepeda MTB atau Hybrid yang menggunakan Flatbar.
Tidak ada salahnya kita memahami lebih mendalam, kelebihan dan kekurangan penggunaan Bar ends pada sepeda terutama MTB Hard Trail dan Hybrid Bike.
Bar Ends MTB Hardtrail - Foto lerun.com
Bar Ends MTB Hardtrail - Foto lerun.com
Bar ends merupakan salah satu komponen pelengkap dalam bersepeda, merupakan ektensi yang terpasang diujung setang kemudi sepeda. Pada umumnya Bar ends dipasang di MTB Hardtrail dan Hybrid. Para rider menggunakan Bar ends bertujuan  memberikan variasi jenis peganggan ketika berkendara dan dapat mengatuh posisi tubuh ketika riding.
Bar ends dapat juga meningkatkan kenyamanan bagi pengendara karena posisi tangan yang netral (telapak tangan ke dalam). Posisi tangan yang nyaman memberikan efek lebih pada ketegangan otot tangan ketika riding.
Grip Bar ends
Beberapa Bar ends sudah include dengan stang kemudi alias dilas menjadi satu dengan handlebar atau menjadi satu dengan handlegrip.  Bar ends mulai populer di awal 1990-an, mulai ditinggalkan ketika akhir tahun 1990-an. Dalam beberapa kasus, Bar ends menyulitkan rider ketika melintas medan yang berkelok, penggunaan bar ends yang terlampau panjang juga dapat mengganggu kenyamanan ketika melintas dimedan cross country yang banyak pepohonan.
Ergo Bar Ends
Ergo Bar Ends
Penggunaan Bar ends juga memberikan efek negatif ketika melakukan pengereman mendadak, karena rider harus memidah posisi tangan sehingga sepeda tidak berhenti seketika.
Berikut Kelebihan dan kekurangan penggunaan Bar ends.
Kelebihan :
- Memberikan kenyamanan riding ditanjakan
- Memungkinan tubuh untuk bernafas lebih nyaman, karena bagian atas tubuh terbuka.
- Beberapa model Bar ends dapat melindungi tangan anda ketika jatuh (posisi tangan normal).
- Membantu mencegah kelelahan (fatigue) dengan menawarkan lebih banyak variasi posisi tangan.
- Sedikit banyak membantu menambah kecepatan, karena posisi rider menjadi lebih menunduk.
Kekurangan :
- Menambah berat sepeda, karena adanya komponen tambahan.
- Jika menggunakan Flatbar berbahan Carbon, resiko setang kemudi patah sangat besar.
- Bar ends yang banyak beredar memakan kurang lebih 1Inch handlebar, jika anda rider yang memiliki bahu yang lebar tentunya penggunaan bar ends sedikit mengganggu kenyamanan.
- Peningkatan resiko cidera ketika crash, posisi tangan pada bar ends.
Tips pemasangan Bar ends :
Tidak ada aturan baku mengenai sudut kemiringan bar ends, kita dapat memulainya dari sudut 45 derajat. Jika dirasa posisi tangan terlalu maju kedepan atau terlampau kebelakang aturlah sesuai kenyamanan ketika ridding.
Specialized Carbon Bar ends
Specialized Carbon Bar ends
Bar ends yang panjang dan terpasang terlampau kebelakang membuat sepeda terlihat kurang menarik dan menambah resiko ketika jatuh .
Gunakanlah Bar ends yang egronomis sesuai dengan lekukan gengaman tangan, bar ends yang egronomis memberikan kenyamanan lebih ketika touring jarak jauh.
Carbon Bar ends
Carbon Bar ends
Jika kocek berlebih tidak ada salahnya menggunakan Bar ends berbahan carbon (mengurangi bobot sepeda) atau grip handlebar yang include dengan bar ends.
Grip Bar end - Foto Bikeradar.com
Grip Bar end - Foto Bikeradar.com
ref:
- wikipedia
- dirtworld
Jika ada menggunakan riser bars, ada baiknya jangan menambah bar ends. Selain fungsinya menjadi terkecualikan, banyak rider yang akan melihat tampilan sepeda anda terlihat aneh.

sumber: zonasepeda.com

Tips Memperbaiki dan Merawat Rem (Brakes) sepeda gunung (MTB)

Rem (brakes) merupakan komponen yang sangat penting dalam bersepeda, sangat berbahaya jika kita bersepeda tanpa adanya komponen ini. Rem depan maupun belakang sepeda kita tentunya memerlukan perawatan sehingga dapat berfungsi dengan baik sehingga kita aman dan nyaman dalam bersepeda.

Berikut kami coba memberikan Tips dan Trik langkah sederhana untuk memperbaiki dan merawat komponen Rem sepeda gunung anda. Siapkan Toolset, Pelumas dan Cairan pembersih, buku manual.
1. Periksa kampas rem sepeda anda, baik anda yang menggunakan tipe konvesional (V-brake) atau menggunakan tipe Disc brake (cakram).
- Untuk V-brake cek kampas rem baik depan dan belakang, pastikan ketebalan masih mencukupi dalam arti masih bisa menempel pada pelek (rims) sepeda anda jika tuas rem di tarik.
- Untuk Disc Brake (cakram) pastikan kampas rem anda baik depan ataupun belakang masih tebal dan masih bisa menempel pada cakram (disc) jika tuas rem (brake lavers) ditarik.
Baik V-Brake atau Disc Brake pastikan kampas rem dapat bergerak secara bersama pada saat di lakukan pengereman.
2. Jika mempunyai buku panduan cara melakukan perawatan brakes (rem) sepeda anda, buku panduan tersebut dapat di jadikan acuan untuk perawatan, jika tidak tidak usah kuatir karena pada perinsipnya rem dengan V-brake dan Disc brake tidak terlalu berbeda jauh.
- Untuk V-brake jika kampas rem masih tebal dan layak tapi rem tidak berfunsi dengan baik, hal tersebut bisa terjadi karena setingan knob pada tuas rem baik depan dan belakang yang terpasang di stang kemudi tidak diatur dengan benar.
Putur dan aturlah knob pengatur tarikan (kabel) baik depan dan belakang, sesuaikan dengan kebutuhan pengereman, usahakan ketika tuas di tarik tidak terlalu dalam (dekat dengan handlebar-kemudi) atau terlalu jauh.
Ingat! jangan lumasi kampas rem anda hal ini membuat licin gesekan kampas dengan pelek (rims)
Untuk pengaturan knob brake levers (tuas rem) anda memerlukan tools standart dan tang untuk pengencang knob.
- Untuk Disc Brake jangan takut rusak meski terlihat lebih rumit tapi jika di lakukan dengan benar semuanya pasti berhasil. Disc brake ada dua macam dalam MTB sepeda gunung, ada yang masih menggunakan kabel ada yang sudah menggunakan hidrolis system (minyak rem).
Untuk yang masih menggunakan kabel (kawat) pastikan jika tuas rem di tarik master rem dapat bekerja dengan benar. Ketika Tuas di tarik otomatis master rem bekerja dengan menekan campas rem bagian dalam sehingga kampas rem menjepit disc brake (cakram). Jika kampas masih tebal dan rem tidak berfungsi dengan baik, bisa di coba dengan atur memutar kampas bagian luar sehingga terlihat lebih masuk (mendekati cakram).
Atur knob baik pada tuas rem dan  master rem, pastikan ketika tuas di tarik kampas menjepit cakram sempurna dan jarak tuas tidak terlalu dalam atau terlalu pendek  (jarak dengan handle bar (stang kemudi) jika di tarik (pengereman)
Lumasi kawat rem dengan semprotan pelumas yang banyak di jual, jangan terlalu banyak karena jika mengendap dan bercampur kotoran akan menggumpal. Ingat! jangan lumasi kampas rem anda hal ini membuat licin gesekan antara kampas dan disc brake (cakram)
Untuk anda yang sudah menggunakan tipe hidrolik (minyak rem) pastikan minyak rem dalam kondisi selalu ada pada box master rem tuas (dekat handlebar) jika kosong segeralah isi dengan minyak rem standart yang banyak di jual.
Pastikan Jika tuas di tarik kampas dapat menekan disc (cakram) dengan sempurna. Sama halnya untuk setingan knob model kawat maupun hidrolis.
Tips : Jika kampas ada masih terlihat bagus dan tebal akan tetapi ketika di rem terdengar bunyi, bersihkan kampas dan cakram dengan menyemprotkan WD-40 atau dengan menggosok cakram dengan air sabun dan lap dengan kain bersih. Lakukan hingga bunyi hilang.
3. Untuk mengganti kampas rem yang sudah aus atau tipis siapakan kunci L dan peralatan standart lainnya.
Untuk melepas dan menggati model rem V-brakes sangat sederhana caranya, tekan kedua sisi dudukan kampas lepas kawat pengaitnya. Setelah dudukan lepas barulah lepas kampas rem dengan kunci L. Untuk mempermudah penggantian lepaslah dulu roda depan dan belakang anda.
Untuk Mengganti kampas rem model disc brake (cakram) siapakan toolset standart lepas roda depan dan belakang, lepaslah master rem sehingga anda dapat leluasa membongkar kampas rem (jika ada buku petunjuk produk master rem yang anda pakai ikutilah secara seksama).
Untuk disc brake dengan master rem hidrolis anda perlu sedikit ketelitian di sini, pastikan ketika melepas master dari cakram jangan sampai tuas rem tertekan, karena akan membuang percuma minyak rem pada box minyak. Ikuti buku petunjuk dengan seksama untuk penggantian campas rem. Rem dengan teknologi hidrolis sudah ada yang menggunakan piston (seperti sepeda motor cakram) piston ini berfungsi menekan kampas rem.
Rawatlah selalu kebersihan kampas rem anda, cek selelu kondisi tuas, kabel dan minyak rem. Jika sepeda gunung anda habis di pakai di medan offroad dan banyak kotoran yang menempel segeralah bersihkan.

sumber: zonasepeda.com

Oktober 29, 2010

Pemulihan Setelah Touring

Touring, banyak dari penggemar olah raga sepeda sangat menyukai tipe riding ini. Bersepeda dalam jarak jauh dengan rute yang sudah di tentukan tentulah sangat menyenangkan. Selain berlatih meningkatkan endurance (ketahanan), rider juga dapat melatih berbagai macam teknik bersepeda. Bersepeda dalam jarak yang cukup jauh tentunya banyak menghabiskan energi, kelelahan (fatique) yang panjang tentunya dapat membuat kondisi tubuh menjadi drop, yang kita butuhkan adalah recovery (pemulihan) yang cepat untuk kembali mendapatkan kondisi 100% fit.
Recovery riding Atlit Yogyakarta - Foto Supandito
Recovery riding Atlit Yogyakarta - Foto Supandito
Istirahat, latihan recovery yang cukup dan nutrisi yang tepat bagi tubuh sangat menunjang sukses dan tidaknya proses pemulihan kembali kondisi fisik.
Berikut tips Pemulihan (recovery) setelah ridding yang melelahkan :
1. Setelah melakukan istirahat yang cukup misal 1-2 hari setelah perjalanan jauh, kembalilah bersepeda dengan pemanasan kurang lebih 20 menit dengan kecepatan yang ringan (easy riding). Naikan intensitas 18 atau 19 menit untuk mulai mengatur pernafasan.
2. Rencanakan rute atau jalur yang sesuai untuk recovery, rute flat dan tanjakan-turun yang ringan (sweet spot) sangat cocok untuk proses recovery. Shifting ke chainring besar dan pilih sproket medium (tengah).
3. Cobalah untuk berdiri sesat diatas sadel dan mulailah sprint. Cobalah untuk menghitung pedal stroke, cukup 25 kali pada tiap kali anda sprint. Atur jeda waktu tiap kali anda melakukan sprint, jaga ritme kecepatan anda. 6 kali sprint sudah sangat cukup untuk recovery. Latihan tersebut dapat membatu kita melemaskan otot-otot kaki yang tegang.
4. Setelah 6 kali sprint, luangkan waktu untuk menempuh rute turun yang ringan dan flat cukup 20 hingga 30 menit. Jika anda menggunakan power meter latihan yang anda lakukan diterjemahkan sebagai berikut :
88 t- 94 % adalah Functional Threshold Power (FTP) , 80 to 90 percent of maximal heart rate – upper zone three and lower zone four.
Hasil tersebut normatif pada tiap-tiap rider.
5. Bersepeda pada rute ringan (sweet spot) sangat membantu suksesnya proses recovery. Setelah proses recovery usai, usahakan untuk latihan pendinginan dengan easy riding kurang lebih 10 menit.
Selain latihan fisik, proses recovery dapat ditunjang dengan suplemen vitamin dan nutrisi. Jika dirasa latihan fisik sudah membuat tubuh menjadi fit, mungkin opsi menggunakan vitamin dapat dikesampingkan.
Cobalah mengkonsumsi multivitamin dan mineral dengan antioksidan, tentunya diimbangi degan nutrisi yang berkualitas, diantaranya ;
Glutamin - Image wikipedia
Glutamin - Image wikipedia
1. Glutamin
Glutamine merupakan asam amino yang dapat dibuat dalam tubuh, Glutamine banyak beredar didalam darah dan disimpan di otot rangka. Glutamine berperan penting dalam pembentukan protein tubuh, fungsi sistem kekebalan tubuh, dan sebagai bahan bakar cadangan bagi otak.
Penipisan zat tersebut membuat tubuh rentan terhadap infeksi dan kelelahan. Glutamina dijadikan suplemen banyak atlet, untuk mengganti kelelahan otot dengan segera, akibat latihan yang berat.
Glutamin - Image wikipedia
Glutamin - Image wikipedia
Suplemen Glutamin - Image binaraga.net
Suplemen Glutamin - Image binaraga.net
2. Magnesium
elektrolit dan komponen penting lebih dari 300 reaksi enzim dalam tubuh. Tingkat rendah dapat berkontribusi kelelahan dan nyeri otot. Tersedia dalam bentuk bubuk atau kapsul.
Minyak ikan Omega 3
Minyak ikan Omega 3
3. Omega 3
Omega 3 menghasilkan anti-peradangan, jadi cobalah mengambil 1 sendok teh minyak ikan kualitas tinggi.
ref :
Nik Cook, Cycling Plus
Christine Bailey , Cycling Plus
wikipedia
Jangan jadikan kelelahan membuat anda menyerah untuk touring jarak jauh, recovery yang tepat dan benar membuat fisik dan endurance (ketahanan) anda meningkat.

sumber: zonasepeda.com

Tips Mengatur Handlebar Roadbike

Handlebar merupakan komponen pokok pada sebuah roadbike, khususnya sepeda balap. Banyak dari para rider menghabiskan banyak waktu untuk menemukan setingan yang tepat untuk posisi handlebar pada sepeda balap yang mereka naiki.
Para pembalap Pro Tour juga sangat memperhatikan hal tersebut, tiap kondisi lintasan sangat mempengaruhi posisi handlebar. Faktor kenyamanan dan keamanan ketika tour adalah hal yang sangat mutlak diperhatikan.

Ada beberapa macam jenis Roadbike Handlebar, tiga diantara yang paling populer adalah :
1. Coventional Drop handlebars
2. Track drop bars
3. Drop (“ergo” or “anatomic”) handlebars

Berikut beberapa contoh posisi handlebar yang di gunakan para pembalap
Pro Tour :
Tom Boonen-Quick Step
Tidak ada aturan baku mengenai posisi handle bar, garis kuning dalam image diatas hanya merupakan pembanding antar para rider pro tour, berbagai bentuk dan jenis handlebar digunakan para rider pro tour.
Posisikan handlebar yang paling nyaman menurut anda, sesuaikan dengan kondisi on road, jika lebih banyak posisi tangan lebih sering bagian atas handlebar alakah baiknya posisi hoods shifter lebih condong naik (faktor kenyamanan), jika posisi tangan lebih banyak di bawah dropbar (mengejar posisi aero / sprint) posisikan shifter dan brake lever agar mudah dijangkau.

sumber : zonasepeda.com

Oktober 01, 2010

Tips Membeli Barang Second atau Bekas


Barang Second?? Tak Masalah!

Seiring pertumbuhan industrinya, bursa barang sepeda seken pun makin marak. Baik di jalur konvensional antara pedagang dan pembeli yang terjadi di lapak atau toko, maupun antar pemakai yang biasanya diwadahi di dunia maya, melalui forum-forum atau milis tentang sepeda.

Sebelum membeli sepeda atau komponen ada baiknya membuat checklist tentang beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Yang palingpertama diperhatikan antara lain adalah perbandingan harga barang baru dan bekas. Atau ketika komponen bekas dari pemakai pribadi masih dibebani ongkos kirim. Dua hal ini bisa jadi akan membuat komponen justru akan menjadi semakin mahal.

Nah buat temen-temen semua saya ada tips membeli barang seken yang dikutip dari majalah ridebike edisi #5 Mei-Juni’10.

FRAME/FRAMESET
Baru       : frame, headset, seatclampt
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         orisinil warna frame,
·         lecet pada frame,
·         sambungan tubing frame,
·         linkcage pada frame fullsus,
·         drop-out frame,
·         tahun pembuatan.
Cara pengujian :
·         Secara kasat mata frame akan terlihat kondisinya,
·         Meraba bagian sambungan frame, hati-hati kondisi retak rambut pada frame



FORK DAN REARSHOCK
Baru       : coil system, manual book, air system, pompa, manual book
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         Keras empuknya suspensi
·         Fitur suspensi meliputi rebound, adjuster travel, kunci
·         Lecet pada body dan stancion fork
Cara pengujian :
·         Untuk air system pengujian menggunakan pompa shock dengan mengukur tekanan angin ideal, suspensi akan kehilangan angin apabila ada kebocoran.





 

 REM 
Baru       : brakelever dan v-brake, hydrolic system, rotor, adaptor
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         Ketebalan brake-pad
Cara pengujian :
·         Menekan brakelever, dalam kondisi baik jarak brake lever tidak memerlukan jarak ketika pengereman




SHIFTER
Baru       : shifter, kawat shifter
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         Bleeding oil untuk hydrolic
·         Panjang kabel untuk hidrolic
·         Tipis tebalnya rotor
·         Tahun pembuatan
·         Fungsi type shiftingnya (triger, grifshift)
Cara pengujian :
·         Secara kasat mata rotor yang tipis akan terlihat
·         Dalam kondisi terpasang rotor yang rusak akan bergesekan dengan rem
·         Dengan kabel shifter terpasang akan terasa tarik ulur kabel ketika knop shifter ditekan

 FRONT DERAILLEUR
Baru       : front derailleur (FD)
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         System tarik atas-bawah FD
Cara pengujian :
·         Secara kasat mata pulley RD yang rusak akan terlihat






REAR DERAILLEUR
Baru       :  rear derailleur (RD)
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         System RD (shadow dan standard)
·         Panjang pendek RD
·         Pulley atau roda gerigi rantai
·         Rentang maksimal RD
Cara pengujian :
·         Tarik RD pada kondisi rentang maksimal, bila tidak kembali pada posisi semula RD rusak




 CRANK
Baru       : crank, bottom bracket
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         Linkar draat pedal
·         Bottom bracket
Cara pengujian :
·         Pasang pedal, bila ada draat yang aus karena gesekan pedal akan kendur
·         Kondisi terpasang pada frame, bottom bracket yang rusak akan oblak pada bagian as atau bearing.


WHEELSET
Baru       : rims, nipel dan jari-jari, hub/freehub, quickrealease/axle
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         Lingkar rims dan kondisi cat
·         Panjang-pendek jari-jari, draat nipel
·         Kondisi bearing hub/freehub, lubang jari-jari
·         Tuas quickrealease, draat axle
Cara pengujian :
·         Akan ada kebocoran ban untuk rims tubless
·         Nipel dan jari-jari yang karat akan terlihat
·         Dengan memutar wheelset hub/freehub akan berputar dalam waktu yang cukup lama dan berjalan dengan lancar




BAN
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         Kontur profil ban
·         Sisi kiri dan kanan badan ban
·         Kevlar/kawat
Cara pengujian :
·         Ban dlam kondisi terpasang dengan tekanan angin maksimal
·         Getas dan kaku karena umur karet ban
 




SADEL
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         Rel sadel, lapisan kulit
Cara pengujian :
·         Terlihat kasat mata akan terlihat bila ada kerusakan









SEATPOST
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         Ukuran diameter seatpost, panjang seatpost, baut-baut

 HANDLEBAR
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         Panjang handlebar, diameter stem



PEDAL
Baru       : pedal, pin pedal (untuk flat pedal)
Kondisi yang harus diperhatikan                :
·         Baut-baut, diameter handlebar
·         Kondisi bearing, draat pedal dan as pedal
Cara pengujian :
·         Pada kondisi terpasang bila ada draat pedal rusak akan kendur
·         Macet karena bearing rusak





Sumber : majalah ridebike #5 Mei-Juni’10









September 22, 2010

TIPS MEMBUNGKUS SEPEDA

Bila ingin traveling, sering kita bingung ketika ingin membawa sepeda, apalagi kalo itu sepeda kesayangan. Memang perlu penanganan khusus ketika ingin membawa sepeda ka dalam transportasi umum, seperti kereta api, bus, kapal laut, bahkan pesawat udara. Tapi teknik packing dan loading di bawah ini memang sudah harus dikuasai bagi para pemburu trek skala nasional, maupun internasional.

1. Pergunakan tas khusus sepeda baik hardcase atau softcase

2. Siapkan juga kertas kardus, lakban atau selotip besar, dan cable ties

3. Lepas rangkaian wheelset dari sepeda, biasanya ada tas khusus untuk melindungi wheelset dari gesekan, pastikan ban dalam keadaan kempis bila sepeda masuk ke dalam bagasi pesawat

4. Bungkus bagian penting (frame, fork, crank) sepeda dengan kardus

5. Lepas bagian sepeda dari rangkaian (handlebar, seatpost, sadle, dan pedal). Atur didalam tas, dan ikat menggunakan cable ties

6. Untuk softcase akan lebih baik dilapisi kardus sepeda fullbike agar lebih terlindungi.

Nah, bagi temen-temen yang hobi banget traveling maupun yang ingin mudik pulang kampung dan gak mau ninggalin sepeda tercinta tips di atas patut diterapkan bagi goweser semua.
Selamat mencoba!

Sumber : Majalah ridebike #7 September-Okober’10